Rabu, 25 Maret 2009

Lagi-Lagi Masalah


Tulisan ini terinspirasi dari postingan salah satu sobat kita di MP. a.k.a. (saat membacanya tumben nih anak bijak banget, lagi kesambet kali ya???)hehehe, Peace Muse!

Berikut nukilannya

“…Sebuah benang merah kejadian hari ini yang membuat saya berpikir, mungkin ini jawaban dari Tuhan ^^. Ok, sebenarnya orang yang ada di sekitar saya juga mempunyai masalah yang hampir sama dengan apa yang saya alami…”


Tulisan yang bagus (dan tidak abal-abal ya Jo? )! cukup untuk membuat saya berhenti sejenak beraktifitas, lalu berkontemplasi mau kemana sih hidup ini kan dibawa? Segala pangkat jabatan, kenyamanan lahiriah dan batiniah yang dirasakan penulis menurut saya memang terkadang termanipulasi oleh satu hal, yaitu MATERI. Tulisan sobat kita ini sepertinya lahir dari hasil JERIHALE sessionnya (iya kan Muse? ) tentang masalah *L* yang dihadapi teman-teman yang bersangkutan (kok saya jadi ikut-ikutan ya?, qeqeqe). Yang unik adalah opini Muse berikut

"..Dan saya bersyukur tersiksa oleh angka-angka dan rumus-rumus daripada tersiksa oleh hal yang tidak penting yang bisa menghancurkan masa depan.."

Hmmm....patut dicoba

Lalu tanggapan saya adalah.

Just life the EGO rule,
E: asy
Go: ing...

Aturan” EGO” ini saya peroleh dari komentar teman terhadap salah satu catatan saya di facebook beberapa waktu lalu. Benar juga. Hidup ini sudah rumit kok, buat apa dibawa susah. Tapi tidak berarti saya menutup mata terhadap apa yang terjadi di sekeliling saya. Apalagi tidak memikirkan solusi permasalahan yang saay hadapi sambil menunggu keajaiban datang dan sim salabim..masalah saya selesai begitu saja, tanpa ada proses pembelajaran di dalamnya. Saya sepenuhnya sadar, bahwa saya harus tetap berusaha mencari jalan keluar terbaik, yang tentunya bisa saya ditemukan dengan kepala dingin, pikiran jernih dan hati lapang.
Yang jelas, selama naluri masih bisa dipakai untuk menilai segala di sekiiling kita, selama itulah hidup masih bisa dimaknai. Tidak dengan menutup mata dan tidak mau ambil pusing. Setiap orang pasti punya masalah, tentu dengan kadar yang sudah ditetapkan Tuhan, sanggup atau tidak kita menghadapinya. Problems is the middle name of life. Dan bagi saya, masalah justru yang mengajarkan saya bagaimana menjadi dewasa-berpikir-bertindak-berbicara-bersikap, lebih bijak dan bisa melihat setiap persoalan tidak hanya dari sisi yang itu-itu saja, tapi juga dari sudut pandang orang lain.

Nah, ketika menghadapi orang dengan masalah hidup setumpuk yang lebih berat dari masalah saya, saat itulah saya juga baru sadar bahwa saya ternyata jauh lebih beruntung karena mendapatkan masalah-yang-belum-ada-apa-apanya-itu. Saya lalu buru-buru bersyukur dan beristighfar karena telah terlalu takabur menilai Tuhan telah begitu tidak adilnya pada saya.


Lalu ketika kita berusaha menguatkan teman yang sedang memiliki masalah, saat itu saya pasti bilang (ungkapan yang terdengat sangat klise) "SABAR. SYUKURILAH APA YANG KAMU MILIKI SEKARANG. JANGAN MENGELUH TERUS.

(Catat: Seklise apapun komentar ini, kalau diterapkan tetap manjur kok )

Yang jelas orang lain tidak sebahagia yang kita kira (contoh para koruptor itu juga pasti tidurnya tidak nyaman).

Yeah, hidup tanpa keluhan dan gerutuan memang sepertinya sangat mustahil dilakukan tapi itu akan membuat hidup jauh lebih mudah. Mengapa? Karena energi yang kita sisihkan untuk mengeluh akan mengurangi energi kebahagiaan dan rasa syukur dari apa yang kita miliki sekarang. Nothing comes easy, right? (Dr.Mr)



P.S.
  1. Pendapat saya pribadi :tentang "L" word: Sepertinya kata ini terlalu sering kita salah artikan, terlalu sempit dimaknai ya, jadi kok kesannya apatis banget dengan kata yang satu itu, hehehe.(Ada apa nih Muse? )
  2. Well, yeah it's not the time for preaching I know. Tapi bukankah harus ada orang yang berpikiran jerbnih ketika banayak orang yang pikirannya lagi mumet?
  3. Saat ini saya juga tengah menghadapi masalah yang begitu berat (menurut saya tentunya, jadi tulisan ini saya tujukan untuk diri saya, agar berbesar hati, lebih sabar dan tetap bisa berpikir jernih.

Sumber gambar: spiderman.psych.purdue.edu dan lawfirmblogging.com



Belajar Hidup

Aku tak pernah mengerti hidup. Seolah berjalan semaunya tanpa peduli begitu banyak pertanyaan menggantung. Sang kala tetap pongah berjkalan, kadang berlari, meninggalkan mereka yang masih tertatih memungut kenangan. Mereka yang terus mencoba menyusun lembar sejarah dan merangkai puzzle setiap inci hidup mereka, entah untuk apa. Manusia memang aneh, terlalu suka memelihara kenangan, sesuatu yang tak sadar menghambat mereka melangkah, menghalangi pandangan mereka pada dunia yang tak pernah memandang kenangan. Kenangan yang terkadang membuat mereka tak bahagia tapi mereka simpan sampai usia menua, mungkin sampai menutup mata. Ada yang tahu mengapa?


Pic source: limitlesstuff.blogspot.com

Selasa, 24 Maret 2009

What an a*****!!!

Iseng pas jam istirahat kemarin, saya ngobrol-ngobrol dengan salah seorang teman kantor yang terkenal playboy, yang suka gonta ganti pasangan. Saya pribadi menilai yang bersangkutan sebagai pria baik baik dan setia (karena saya sendiri belum pernah dijahilin oleh dia) . Singkat cerita, inilah sekelumit hasil percakapan nggak penting kami (tentu saja sebagaian sudah disensor demi menghindari yang bersangkutan ditimpuk teman sekantor)
Saya :" Dud, (maafkan saya Dude Harlino, ini bukan Anda kok), gimana kalau ada cewek sini (dia kebetulan pendatang sama seperti saya) yang naksir kamu?"
Dude gadungan:" Liat-liat dulu dong ceweknya kaya gimana, kalau oke bolehlah"
Saya :"Oke gimana? Nggak macam-macam gitu?"
Dude :" Iya, kalau dia sudah bertingkah, tinggalin aja (catat: dia ngomong begini dengan mimik muka yang sangat pongahnya asli mimik playboy tengil!)
Saya: "Trus, gimana dong dengan pacar kamu di kampung sana? Kasian loh!"
Dude gadungan :" Yaaa Ma, masak kita mau makan ayam terus?
Whaaatttttttt??? A Y A M?
Brensek nih cowok, cewek disamakan dengan ayam!! (tentunya makian ini cuma dalam hati dong)
Dengan jengkel saya langsung pamit dengan alasan ada kerjaan. Hmm bener-bener buang waktu deh ngobrol ama cowok ini!


Jumat, 27 Februari 2009

Jalan-Jalan Ke Medan

Alhamdulillah, setelah berkutat menyelesaika makalah dan melalui proses seleksi yang cukup ruwet, akhirnya saya bisa berangkat ke Medan mewakili kantor untuk mengikuti Seminar Internasional PLU-6. Seminra ini akan diadakan dari tanggal 2--3 Maret 2009 di Hotel Madani Medan. Walaupun ini bukan kali pertama, perasan ketar-ketir dan less confident tetap menyerang. Pasalnya di sana saya akan berhadapan dengan para pakar linguistik baik dari luar negeri dan dalam negeri. Secara, saya masih awam di dunia linguistik.


Mohon doanya ya. semoga semuanya bisa berjalan lancar.
Dan semoga ada kesempatan untuk mengunjungi Danau Toba dan Merdeka Walk (penasaran ama tempat ini, solanya sering banget diliput di acara-acara Kuliner dan backpacker di TV), juga tempat menarik lainnya .


Selasa, 10 Februari 2009

Doa Para Lajang

Puisi yang unik buat para lajang nih. Enjoy, Gals.

Thank God, untuk…

Kemerdekaan menjalani hidup
Keleluasan mengejar karier
Waktu melimpah untuk hang out
Tidur yang nyenyak tanpa dengkuran
Kemewahan untuk menikmati kesendirian
(dan banyak lagi yang terlalu panjang untuk kami sebut semua dalam doa kami )

Beri kami kesabaran untuk
Tidak kurang ajar menghadapi tuntutan ortu
Selalu tersenyum bila ditanya’mengapa keenakan melajang’
Tidak tertawa atas curhat teman-teman tentang urusan rumah tanganya

Beri kami kekuatan untuk
Tidak melepas masa lajang hanya karena everbody does
Tidak melepas masa lajang karena takut stigma perawan tua
Tidak melepas masa lanjang karena dianggap menghalangi jalan adik kami
Tidak melepas masa lajang karena terlanjur berbadan dua
Tidak melepas masa lajang untuk bayar utang

Dear God
Biarkan kami menikmati kesendirian kami
Dan merelakannya pergi pada waktunya
Atau bila Kau anggap kami terlalu egois bersenang-senang sendiri
Berikan kami teman terbaik untuk berbagi kesenangan
The good one, of course, if you don’t mind..

By :Emma

Sumber Majalah Chic No. II.14-27 Februari 2007, Halamn 63

Senin, 09 Februari 2009

Finding Soulmate

Beberapa waktu lalu seorang rekan kita di MP, memposting tulisan yang berjudul ”Pertanyaan Wajib Keluarga”.Tentang bagaimana keluarga begitu PERHATIAN akan kehidupan pribadinya a.k.a urusan mencari jodoh, a.k.a pertanyaan yang banyak membuat para lajang gerah dah menjadi tidak nyaman dengan kesendiriannya. Nah tulisan berikut juga tidak jauh-jauh dari masalah ini. Hanya beberapa alternative jawaban bila pertanyaan wajib keluarga itu tiba-tiba datang begitu sering.
Tullisan ini tidak bermaksud membawa aliran feminisme sama sekali. Pure sharing...
Kemarin siang bos bilang ke aku
“Ma, kantor kita cuci gudang nih tahun ini”,
“Maksud Ibu?”( ini aku yg belum loading mksud pertanyaan itu apa)
“Iya, taun ini kan Dessy Merit, Ami merit, Heza lagi nyari hari baik. Trus orang tua Erlangga juga mo datang loh liat calon mantunya”(cerosos bos panjang lebar)
“Well…well(ini bukan nama pemandu acaranya Republik Mimpi loh)
Kepalaku mulai nyut-nyutan, dadaku mulai sesak, perutku keroncongan(laper)
Lagi 2 pertanyaan itu…hiks..hiks.

“Aduh bu, saya mah nyante aja, belum kepikiran(boong banget, ini adalah salah satu jurus tangkas dan dijaminn jitu untuk menghadapi pertanyaan sebagai berikut)
"Kapan nyusul?"
"Kapan kawin?"
"Nikahnya dah mau kan?"(pertanyaan orang sok tahu alias suka nuduh asal)
“Denger2 mo merit…ini (pastinya harus diaminkan, hehehehehe)
“Duh, tunggu apa lagi sih?
“Eh ingat loh umur itu bertambah trus loh”
Bla..bla...
Pilihan jawababnya bisa sebagai berikut
• Alternatif jawaban-jawaban sok masih asik melajang :p :
1. Aduh saya mah nyante aja
2. Saya masih asyik berkarir nih
3. ngapain sih buru-buru
4. ah aku mo nyenengin bapak-ibu dulu,
5. wah aku belum puas nikmati gaji aku sendiri
6. emang apa sih enaknya nikah?
7. ah sante aja, jodoh ga kemana, kalo dah waktunya juga nikah
8. belanda masih jauh(kamu bisa nemuin relasi jawaban ini dnegan pertanyan di atas?hehehehehe
9. Ah si A yng umurnya 30 aja belum merit nyante aja
10. Ah aku belum siap nih, urus diri sendiri aja belum mampu, apalagi urus suami?
• Alternative jawaban sok membesarkan hati :
1. Tuhan belum ngasih yang terbaik
2. aku belum nemuin orang-yang bener2 sayang ma aku
3. Semua pasti punya maksud
4. Emang belum waktunya kaleeee
• Alternatif jawaban sok santai(santai ato santai?
1. abis ga ada yang mau sih
2. kamu mau cariin aku ga?
3. abis cowok-cowok oke udah habis sih
4. males, nikah juga belum tentu menyelesaikan masalah aku.

Trus tadi siang Gea , sahabat aku dari kecil nelpon.
Omongannya cukup menyentil insting kesendirianku yang tak pernah terusik(aduh bahasanya donk)
Seperti berikut:
Aku: “Santai aja (kata mantra, jurus penangkas tingkat 1)
Gea: “Tapi kan ma, kita butuh seseorang buat temen berbagi, untuk perlindungan dan rasa aman”.
“Emang sampai kapan mau kaya gini?”

So on....

Pertanyaan-pertanyaan itu sebenarnya juga mengusikku.
Berada dalam situasi seperti itu memang sulit. Ketika sentilan tentangga mulai bikin telinga mekar, hidung kembang kempis (nah loh)
Ketika nenek ikutan sumbang suara:”Cu, selagi nenek sehat, sebaiknya ajak calon kamu ke rumah, (calon apa sih nek,emangnya calon bupati, presiden pacar aja ga ada?!)
Dan...... Tante mulai bilang, :tuh ponakan kamu minggu depan dah dilamar, kamu kpn nih(Yah wajarlah, mereka mejeng di kampung)
Dan...... Bunda nambah-nambahin: “Darma sayang, bunda sudah tidak sabar rasanya pengen gendong cucu”.
Bibi Titi Teliti bilang: Ma, Ga sabar nih pengen liat keluarga besar kita ngumpul lg
Ayah:tidak mau ketinggalan:” Ayah juga tidak sabar pengen ajak cucu ayah mancing, Nak
Si bungsu ikutan nyelektuk: Kak, calon kk iparku harus cakep seperti aku ya”(G penting bgt!)
ARRRRGGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH

Bisa ga sih dunia ini aman tenang dan damai tanpa pertanyaan-pertanyan itu
Aku sudah muak mendengarnya.
Kenapa sih orang-orang pada nggak bisa santai melihat kesendirianku
Akunya aja santai…
“….”
Em, santai nggak juga sih
Kadang-kadang aku juga kepikiran kok
Kadang-kadang aku jg cemas kok
Tapi, bukankah semua ada waktunya?
Aku pengen santai.
Tapi, sepertinya dunia di sekelililingku tidak akan membiarkanku demikian.
Pasti-deh ‘orang-orang sok care tapi nyakitin hati orang secara tanpa sadar”itu tidak akan tenang.

Huh, I hate being in this such condition
When will all these disasters be ended?
I do hold the remote of my life
So, am the one who control my life!!!
I my self!!!
How about you?

Lagunya Oppie yang berjudul Single Happy bener banget tuh!
Being single tidak ada salahnya kok, hidup bukan cuma seputar mencari pasangan, tapi bagaimana menjadi pribadi yang lovable' and qualified. Just enjoy your perfect time, gals!(DrMr)



Picture Source: www.chakpak.com

Senin, 02 Februari 2009

Narsis?Anda berbakat jadi caleg!

Om lagi kepengen bicara yang berat nih, mumpung Senin (sangat efektif untuk membuat Senin kalian tambah “nggak banget”, hehehehe). Sebelum kalian merasa bosan, langsung saja ke inti tulisan ini ya. Narsis, kata ini begitu sering terlontar dalam keseharian, ditujukan pada mereka yang punya kecenderungan untuk MEMUJI DIRI sendiri, dalam porsi berlebihan tentunya. Sikap yang sepenuhnya disadari bisa membuat orang lain yang mendengarnya pengen (maaf) nabok ataupun pingsan di tempat. Dalam banyak kasus sih, si pendengar akan mengalami mual tiba-tiba dan rasa ingin muntah yang luar biasa. Untung saja tidak disertai kejang-kejang dan konstipasi, hehehe.

Dalam politik, juga ada istilah narsisme. Ini terjadi pada para caleg. Ditujukan pada para caleg yang menilai dirinya setinggi langit melalui jargon kampanye yang mereka pasang di atribut kampanye mereka.Sepertinya sifat yang memuja diri sendiri secara berlebihan ini menjadi syarat utama untuk menjadi caleg. Lihat saja atribut kampanye di sekitar kita. Menjelang Pemilihan umum legislatif yang dijadwalkan akan berlangsung pada 9 April 2009 mendatang, ruang publik semakin dipenuhi oleh atribut kampanye calon anggota legislatif (Caleg) dan partai politik. Baliho, poster, stiker, spanduk, dan bendera, memenuhi jalan-jalan, gedung-gedung, rumah, batang pohon, dan kolom-kolom surat kabar. Sejauh mata memandang, di setiap sudut kota, di dekat lampu lalu lintas, di angkot, dsb. Karena ini NEGARA DEMOKRASI-salah-kaprah, para simpatisan partai dan caleg tampaknya merasa SAH-SAH SAJA menaruh atribut tersebut di mana saja ( baca:seenaknya). Tidak peduli atribut tersebut mengganggu pemandangan masyarakat, bahkan membuat eneg yang melihat.

Di setiap poster, caleg, ada yang unik. Ada kata-kata “narsis” seperti berikut:

Berani Bertindak untuk Rakyat
Gotong-royong, Bersih, Kompeten
Korupsi, No’!
Peduli euy
Perhatian
Saatnya Hati Nurani Bicara
Hidup adalah Perbuatan
Kita Waspadai Krisis Pangan
Insya Allah Amanah
Kritis, Tanggap, dan Aspiratif’
Percayakan Pemuda untuk Turun dan Berperan membangun Bangsa
Pastikanlah sudah Terbukti dan Teruji

Jargon-jargon kampanye tersebut hanyalah sebagian kecil dari usaha para caleg untuk meraih perhatian calon pemilih. Selain konsolidasi, mengunjungi tempat-tempat umum, berbicara di radio-radio, membagi sembako pada hari-hari besar agama, mengadakan pengajian, menggelar syukuran, membagi-bagikan kalender, mengaktifkan laman, mengirimkan pesan singkat ke masyarakat serta memasang iklan di media cetak dan elektronik. Namun, jargon-jargon yang terdapat pada poster, stiker, spanduk, dan baliho kampanye tampak menonjol karena berisi kata-kata persuasif. Dengan singkat dan berani, para caleg menilai dirinya setinggi langit, mengonstruksikan citra diri mereka, tanpa peduli apakah citra tersebut sesuai dengan realitas sebenarnya. Oleh pengamat komunikasi politik, Idy Subandi, usaha para caleg tersebut mengarah pada narsisme politik. Betapa tidak, citra diri yang ditampilkan para caleg banyak yang bertolak belakang dengan realitas sesungguhnya (Kompas, 14/02/2008).

Walau hasilnya akan terjawab di pemilu nanti, Apakah menurut kalian, jargon-jargon itu efektif ???


Rabu, 21 Januari 2009

Cinta Diri, bukan Narsisme

Seberapa besar anda mencintai diri anda sendiri? Cinta diri yang saya maksud di sini bukan narsisme loh.
Pertanyaan ini penting untuk dijawab karena akan sangat berpengaruh dengan bagaimana orang lain akan memandang anda. Nah, untuk mengetahui apakah anda cukup mencintai diri anda sendiri, berikut tiga tanda cinta diri dari Mario Teguh (You know who I am talking about, don't you?)

1. bisa melihat masa lalu tanpa penyesalan
2. bisa hidup hari ini dengan rasa syukur
3. bisa melihat masa depan tanpa rasa khawatir.


Kita tidak pernah bisa memutar balik waktu. Masa lalu tetaplah sama. Jika masa lalu penuh dengan kesalahan, mungkin yang terbaik adalah berhenti menyesal dan berjanji untuk tidak lagi melakukan kesalahan yang sama. Kini tahun baru telah datang. Momen yang bagi kebanyakan orang merupakan momen yang tepat untuk berencana, berkomitmen untuk jadi lebih baik dari tahun sebelumnya, ada yang mengatakannya resolusi. Ttdak salah memang. Walau sebetulnya menurut saya tiap hari adalah hari untuk mengevaluasi, terus melangkah untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Jadi, seberapa besar anda mencintai diri anda???

How much do you love your self???

(DrMr)



Kamis, 08 Januari 2009

Bitter Past

Mungkin memang seperti itulah cara yang tepat untuk lepas dari masa lalu. Lepas dari kenangan yang selama ini selalu mengikuti kemanapun kaki melangkah. Yah, dengan Menganggapnya sebagai balon, lalu meniupnya serta melepaskannya ke udara. Membiarkan balon itu terbang kemana arah angin berhembus lalu pada suatu ketika meletus di suatu titik ketinggian, lenyap begitu saja. Kalaupun meninggalkan serpihan letusan, kita tak bisa mencarinya lagi. Melepaskan semua. Semua kenangan yang indah sekaligus menyakitkan itu. Bukan lalu menyimpannya di dalam rapat-rapat dalam sebuah ruang tertutup di hati kita. Menguncinya lalu membuang kunci itu di mana entah. Toh ruang itu akan tetap ada di situ.

...
"Forgiving does not erase the bitter past. A healed memory is not a deleted memory. Instead, forgiving what we cannot forget creates a new way to remember. We change the memory of our past into a hope for our future.”

- Lewis B. Smedes

Selasa, 06 Januari 2009

Antisipasi Kerusakan Borobudur.

Mengalihkan sejenak perhatian kita dari Jalur Gaza, isu dampak pemanasan global yang semakin mengkhawatirkan membuat Balai Konservasi Peninggalan Candi Borobudur merencanakan penelitian mengenai pengaruh pemanasan global terhadap bebatuan Borobudur. Penelitian itu dimulai dari mengamati dan mengumpulkan data menyangkut kelembapan, suhu dan curah hujan selama 20 tahun terakhir. Penelitian tersebut diperkirakan membutuhkan waktu satu tahun.

Selain masalah pemanasan global, aspek kebersihan sepertinya juga harus mendapat perhatian yang serius baik dari pihak pemelihara situs budaya peninggalan sejarah tersebut maupun dari pengunjung candi. Akhir Desember lalu, saat saya dan keluarga sahabat berkunjung ke sana, kasus pengotoran candi—yang entah sadar atau tidak—semakin menjadi-jadi. Sampah di mana-mana. Saya bukannya mau sok peduli atau apa. Tapi miris rasanya melihat situs purbakala yang membuat bangsa ini dikagumi oleh bangsa lain tersebut dalam keadaan demikian. Melihat itu, dalam hati saya berujar, tidak heran bila kemudian Borobudur tidak lagi menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Sudah menjadi hukum alam bahwa bila suatu barang berharga—sebagus apapun dan setinggi apapun nilainya—bila tidak dirawat lama kelamaan pasti rusak. Demikian halnya dengan Borobudur. Semakin berkurangnya kesadaran untuk menjaga kelestarian candi dan meningkatnya sifat egoisme bangsa pemiliknya menjadi salah satu alasan tepat yang memicu hal tersebut.

Senin, 05 Januari 2009

Kontemplasi Awal Tahun

Ada hal-hal di dunia ini yang tidak bisa kita jangkau. Sekeras apapun kita berusaha.Karena apa yang telah dituliskan dalam kitab takdir berbeda. Jadi, satu-satunya hal yang bisa kita lakukan adalah menerimanya dengan ikhlas dan yakin bahwa memang itulah yang terbaik.
Banyak hal terjadi tahun lalu. Hal-hal besar yang mengubah hidupku.
Baik-buruk. Pahit-manis.
Momen-momen indah menyenangkan
Juga saat-saat pahit menyakitkan
Saat berada di puncak nama baik.
Juga kala terpuruk di lembah kehancuran
Aku belajar banyak
Serat-serat makna hidup.
Tentang persahabatan
Tentang pentingnya berbagi
Tentang pengkhianatan.
Tentang kesabaran
Tentang cinta
Tentang sejatinya bahagia.
Aku tidak yakin apakah aku bisa melewatinya. Semua terlihat begitu berat.
Begitu banyak yang telah kukorbankan. Aku seperti hidup dalam jeruji ketakutan
Tapi aku sendiri tak bisa meraba ketakutan itu. Apa yang aku takutkan?
Begitu banyak pertanyaan berseliwaran di benakku. Semua seolah mengarahkan aku pada titik akhir. Titik di mana aku harus menyerah. Pada takdir.
Well, mungkin postingan ini nampak begitu pesimistis. Padahal ini baru awal tahun bukan?Awal di mana semua bermula. Harapan baru.Semangat baru.
Aku baru mulai babak baru dalam hidupku. Ketika aku memutuskan untuk menjalaninya, kupikir aku akan sanggup menghadapi semuanya. Tapi ternyata, tidak seperti yang aku bayangkan. Tapi, masih terlalu pagi untuk menyerah. Setidaknya aku harus mencoba. Mencoba melihat sejauh mana aku bisa bertahan dalam pusaran itu. Apapun yang ada di depanku nantinya, aku harus menghadapinya. Hidup adalah menjalani konsekuensi dari setiap pilihan, bukan? Dan aku telah memilih.
Aku mulai melangkah lagi. Menapaki titian harapan. Sambil harap-harap cemas
Semakin aku belajar, semakin aku mengerti bahwa perjalananku masihlah panjang.
Seberat apapun, aku harus tetap melangkah
Seperti cobaan yang menimpa saudara-saudara seiman di Gaza.
Memang seperti tiada akhir. Konflik berkepanjangan
Tapi semua pasti berakhir pada waktunya.
Yang aku perlukan hanya keyakinan dan kekuatan untuk bertahan, tidak menyerah begitu saja.


Cheers,

DrMr

Selasa, 30 Desember 2008

Zona nyaman di tahun baru

New year is coming up
I want to leave my comfort zone
To much plans...
Hope for the best but still prepare for the worst
Happy new year everyone



picture source at:www.experiencefestival.com.

Senin, 22 Desember 2008

Disengat lebah

Terasa deh kalau hanya punya satu tangan. Akibat disengat lebah, tangan kananku tidak bisa digunakan untuk sementara wakltu. Ceritanya tadi pagi di perjalanan ke kantor, seekor lebah menyapaku dengat SANGAT Ramah. Bedanya lebah yang satu ini tidak menanyakan kabarku sama sekali (penting ya?) tapi langsung dengan manisnya nongkrong di tangan kananku dan dengan santainya berkata ”Pagi Ma, aku sengat yaaaa”
Alhasil tanganku terasa ditusuk jarum .

Ya, disengat lebah adalah sebagian kecil resiko bila kamu memilih kerjaan di hutan.
Sebelumnya aku sudah pernah digigit ulat bulu yang juga berhasil membuatku tidak bisa berjalan selama tiga hari karena telapak kaki kananku bengkak. Aku juga pernah berpapasan dengan seekor ular kobra yang melintas di jalan (serious). Panjangnya kira-kira dua meter.

Sebelum aku, tiga sahabatku di kantor sudah pernah jadi korban sengatan sang lebah ramah itu. Untung aku dibonceng ama K’Indah. Jadi, begitu sadar aku disengat, langsung deh aku meminta K Indah berhenti dan meihat ke segala penjuru mata angin untuk mencari tumbuhan keladi (yang dipercaya oleh masyarakat setempat bisa mengurangi rasa sakit). Dan untung saja tumbuhan itu tidak susah ditemukan karena mereka tumbuh di sepanjang jalan. Setelah memetik beberapa batang, lansung aku oleskan getahnya di tanganku yang sudah semakin bengkak. Sesampainya di kantor, aku meminta K indah mengantarku ke puskesmas terdekat karena sakitnya semakin tidak tertahankan.
Sampai berita ini diturunkan (lebay) korban masih mengeluh kesakitan di ruang kerjanya. Padahal rencananya besok pagi harus ke Jakarta.

Selasa, 09 Desember 2008

Perpisahan itu...

Hidup itu memang sebuah perjalanan.

Trus menyusuri setapak demi setapak rangkaian pengelanaan.Ada titik kala kita bertemu dengan seseorang yang baru. lalu ada pula titik di mana kita harus melepaskan seseorang. Sama seperti kali ini

Perpisahan...

I thought what I feel what simple, but tadi tetep mo nagis juga (keluar deh sisi melankolisnya )

Kepala kantorku yang lama diganti. tadi acara perpisahannya. Serah Terima Jabatan-nya sih resminya besok. tapi tadi udah sesi penyampaian pesan dan kesan.Ya, selama dua tahun kepemimpinan beliau, banyak hal yang terjadi (kalian jangan mikir yang macem-macem ya ) Postingan ini murni ditulis oleh seorang pegawai yang merasa kehilangan figur pemimpin (halah), yaitu saya, hehehe. SOalnya bagi saya, beliau itu sudah seperti sosok ayah, sekaligus sahabat. Meskipun sering dimarahi oleh beliau, tapi saya bisa jadi seorang Darma seperti sekarang karena dia juga (halah). Beliau banyak banget kasih motivasi buat nulis, buat jadi peneliti yang baik, jadi sastrawan yang baik. Pokoknya banyak deh.Kalianbisa bosan baca postingan ini nantinya (I know you all start to bore reading this, don't you?)

Well, back to the topic, tadi lumayan mengharukan suasananya. Kamis besok beliau (P'Puji Santosa) akan kembali ke kantor pusat.Beliau digantikan oleh Pak Sumadi, dari kantor cabang di Yogyakarta.

Fiuhh, perasaan asli campur aduk, sedih, senang, semuanya.

Oh iya ini puisi yang tadi saya bacakan (lebay.com)

Enjoy

Ini bukan sebuah keberakhiran

Bukan pula saat horison semburatkan jingga di ujung hari.

Kita hanya tiba di satu titikperhentian

Untuk melepas penat sejenak

Untuk mengisi ulang perbekalan

Untuk menapak tilas sejauh mana kita telah berjalan

Sepanjang perjalanan lalu,

ada gumam

ada racauan

ada buraian pemikiran

ada persangkaan

tawa

tangis

Ada banyak hal tereja dalam kebersamaan, lalu termangu dalam kekinian

Detik ini ingin kuulas saja, sebuah epilog yang mungkin saja tak terkatakan karena ragu.

Aku bukan Kuntowijoyo yang melarang kalian jatuh cinta pada bunga-bunga

Bukan pula Danarto yang menjaring malaikat

Atau bahkan Hamsad rangkuti yang melihat Biibir dalam Pispot

Bukan pula salah satu dari orang-orang Blamington yang tersesat di Bumi Tambun Bungai

AKu hanyalah jukung di Bumi Manusia

Mencoba bawa kalain ke Kota Asa

Mari kayuhlah lagi

Tidak peduli cinta datang dan pergi, perjalanan harus tetap dilanjutkan bukan?

Dengan permohonan maaf yang mengalir dari hulu kealpaan

serta terima kasih yang meriak dari lubuk pengabdian, kuucap

SELAMAT JALAN P' PUJI

Baktimu telah terpahat abadi dalam memori tida pudar

Terhembus pula euforia SELAMAT DATANG pada P' Sumadi

Terimalah dayung ini dengan segenap cintamu

MAri kita susuri Kahayan dengan segala lekuknya

Ini bukan sebuah keberakhiran,

Tapi doa kala horison bersemu jingga di awal hari

Mari kayuhlah lagi...

P.S. Feels like wanna cry

Minggu, 07 Desember 2008

Maaf, aku belum mampu mencintaimu

Besok hari raya Qurban. Setiap kali bila momen ini tiba, umat islam seolah selalu digiring ke padang pasir beberapa abad silam, saat Nabi Ibrahim akan menyembelih anaknya, Nabi Ismail, di antara pergolakan batin yang luar biasa. Demi melaksanakan titah Ilahi,demi menunjukkan mahhabbah tertingginya pada Yang Menciptakannya, Nabi Ibrahim rela melepas anak semata wayang yang telah ia nantikan bertahun-tahun lamanya.Subhanallah.

Dan setiap moment Qurban datang, aku selalu terpekur. Betapa aku sadar bahwa aku belum memiliki cinta sebesar itu. Cinta Rabi'ah Al adawiah, Cinta Jalaluddin Rumi, cinta para kaum sufi terhadap Ilah.Apalagi cinta Nabi Ibrahim. Aku masih begitu mencintai dunia. Aku masih menghamba pada gemerlapnya. Entah sampai kapan. Mungkin pula pada saat Malaikat maut mendatangiku. Dan semuanya sudah terlambat.
Astagfirullah, ampuni aku Ya Rabb. Aku belum mampu mencintaimu seperti mereka.

SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1429 H
SEMOGA ALLAH BERKENAN MENUMBUHSUBURKAN CINTA KITA PADA-NYA. AMIN


P.S.Sapi Qurban yang tadi pagi ngamuk di seputaran Sudirman, kayaknya mau keliling Jakarta dulu deh dengan busway

Rabu, 03 Desember 2008

Cinta VS Ego

Jika ada yang bertanya tentang cinta. Maka aku akan menjawab. Cinta itu ego. Ego untuk kepuasan diri sendiri. Ego untuk tidak melepaskan apa yang ingin kita miliki. Ego untuk memaksakan agar kita tidak sendiri. Mungkin memang manusia terlalu takut untuk hidup sendiri. Hingga semua cara akan dia lakukan agar tidak hidup sendiri. Toh kita tidak pernah sebegitu cintanya pada seseorang. Kita hanya BERFIKIR kalau kita BETUL-BETUL MENCINTAINYA. PADAHAL mungkin kita hanya mencintai DIRI SENDIRI. Hingga kita tidak mau kita tidak dicintai. Yah, kita takut tidak dicintai. Kita ingin dicintai hanya untuk memuaskan ego kita. Toh tidak ada jaminan juga bahwa kita akan bahagia dengan orang yang kita cintai.

Suatu saat kita pasti kehilangan. Jatuh cinta dan kehilangan adalah dua sisi mata uang yang berbeda. Oik kita siap jatuh cinta, kita juga harus siap kehilangan. Karena seperti kata Rasulullah. Mencintailah semaumu, tapi pasti kamu berpisah. See? Someday kita akan berpisah dengan semua yang kita cintai. Kalaupun bukan karena manusia, pasti karena kematian.

Lalu apa yang kita cari dengan mencintai? Perasaan dibutuhkan dan membutuhkan? Berbagi dan membagi? Pengorbanan dan berkorban? Lalu apa sejatinya sebuah kehilangan?Perasaan kosong?hampa seperti tak ingin hidup lagi?

BODOH!!!

Tapi, bukankan cinta memang nama lain dari kebodohan, yeah falling in love means being fooled by love, by the one we love. Lalu ketika semuanya terasa hambar…

Ketika kebosanan datang menyapa…

Jenuh…

Lalu untuk apa bertahan?

Apa segala penanda diri

Good looking, good carrier, good personality, what is all about???

Bukankah itu Cuma untuk memuaskan ego kita

Bahwa kita ingin mendapatkan selalu yang terbaik

Tanpa pernah mencoba berfikir apakah yang kita FIKIR terbaik untuk kita itulah memang yang TERBAIK…


Selasa, 02 Desember 2008

Antara Aku, Dia, dan Dia.

Saat tersulit saat mencintaimu adalah melihatmu mencintai orang lain…
(Windry Ramadhina_Orange, 2008)

Itu nukilan novel yang baru selesai kubaca. Dan kejadiannya juga menimpaku saat ini.

Kejadiannya baru-baru ini, ketika untuk kesekian kalinya aku bertemu dengan dia. Dia yang akhir- akhir ini menceriakan hariku (suit-suit). Dia yang berhasil dengan suksesnya mengganti posisi -dia-yang-tak-boleh-disebut-namanya- di hatiku. Memang sih dia tidak pernah bilang suka. The feeling just grow that way. Somehow, dia bisa membuatku tertawa dan merasa nyaman. Just that simple. Perasaanku padanya semakin kuat seiring kebersamaan kami, seiring cerita dan hari yang kami bagi baik di SMS, email, telepon dan di YM. Walaupun di awal kebersamaan kami dia pernah cerita kalau dia lagi suka teman kantornya, aku tetap tak peduli karena aku pikir masih ada waktu untuk memenangkan hatinya (Fiuhhh).
Kami janjian di tempat biasa, tepatnya di sebuah resto mall yang lengang. Paginya hatiku sudah senang tak terkira, bunga-bunga di mana-mana (ingat adegan di mana Ikal melihat tangan A Ling pertama kali di Laskar Pelangi The Movie?seperti itulah suasana kamarku pagi itu, juga hatiku, seolah penuh bunga!). Kami sepakat bertemu pada jam makan siang. Dari pagi dia sudah mengingatkan aku akan kemacetan, namun dalam hatiku aku berkata ”Apapun halangannya akan kutempuh demi bertemu kamu (jayus amat kan?!) Tapi menjelang pukul 12, saat aku sudah di jalan, dia mengirim SMS lagi, bunyinya benar-benar membuat duniaku runtuh (persis seperti adegan di Laskar Pelangi waktu Ikal tahu A Ling pergi). Hiks..hiks.
Well, bunyi SMSnya seperti ini:

Ma’, aku bolehkan ngajak Putri?Katanya dia lagi mau ke sana juga.
“…”

Aku jengkel setengah mati. Putri ini temen kantornya yang dia suka. Duh niat mau berduaan aja jadi batal deh. Aku jadi lemes. Tapi aku berusaha jadi teman yang buaaaik dan puueengertian. Juga mengesankan kalau aku memang hanya menganggapnya teman (padahal TTN alias Temen Tapi Ngarep, hihihi)
Aku balas SMSnya.

Wah, boleh. Bakalan seru tuh. Aku bisa gangguin kalian:P
Message sent.
Dasar Dharma munafik! Naïf! Hati sakit tapi sok ceria. Hati patah tapi sok tegar!Ini kata hatiku.
Ya iyalah, dari pada tengsin, muna’ dikit gpp duuonk!Penasaran juga kan seperti apa sih cewek incerannya!Ini sisi hatiku yang lain yang berkilah.

10 menit kemudian, dia SMS lagi.
Di mana?Aku ama Putri dah nyampe nih. Kita jalan duluan ya, kalau udah nyampe kabarin aja.

Huhuhuhu, nggak rela!Mereka dah jalan duluan. Ingin rasanya memutar arah kembali ke rumah, tapi mallnya udah kelihatan. Ya sudahlah. Hadapi saja Dharma. Be brave and be strong! Jangan jadi pengecut.Akhirnya aku sampai juga. Kali ini dia nelpon.


Dia :”Di mana?”
Aku :”Aku dah nyampe nih, dah di parkiran.
Dia :”Oke, kami di LTS y.”(nama resto sengaja disamarkan demi menghilangkan praduga promosi tidak langsung, hehehe)
Aku :”Yup, tunggu aja. “


Dengan langkah gontai nan gagah (bisa membayangkannya?) aku melangkahkan kakiku ke lantai dasar, tempat resto tersebut berada.
Dan di sanalah aku melihat mereka. Dia melambaikan tangan. Semakin dekat, hatiku semakin remuk.
Tapi kupaksakan juga tersenyum.


Aku :“Hi, sudah lama ya, sorry ya, jalanan macet tadi”.
Dia :”Nggak papa kok, Ma’.Nih kenalin Putri”.


Aku menatap cewek itu dari atas sampai bawah(yang tentunya sekilas).
Cantik.. tik. Sederhana. Tinggi pula. Cocok banget sama dia.
Duh semoga mukaku tidak kelihatan pucat pasi.
Kejadian selanjutnya mengalir tanpa aku bisa fokus. Bahkan serunya film yang kami tonton hari itu tak mampu membuatku jadi lebih baik. Aku sibuk menata dan memungut puing-puing hati yang hancur (halah).
Akhirnya kencan yang kubayangkan tidak terwujud, sambil terus melihat kemesraan mereka aku berdoa semoga air mataku tidak mengalir. (Mau tahu gimana rasanya tersenyum dan tertawa lepas saat hatimu remuk redam? Hubungi aku!)
Harus aku akui, mereka memang pasangan serasi. Huhuhuhu.
Awalnya aku mengira ada perasaaan khusus antara kami berdua, mungkin istilah jadoelnya Kuch-Kuch Hota Hai (masih ingat pelem India ini nggak?:)

Akhirnya hari itu berlalu juga. Di jalan pulang, aku menguatkan hati mengirimkan dia SMS.


“Dia cantik, dan tampaknya dia juga suka kamu. Keep on fighting.
Message sent.
Dia balas.
Makasih ya, semua teman kantor aku juga bilang begitu.
Aku balas.
Wish you luck.


Sesampainya di rumah, aku menangis sepuasnya…

Saat tersulit saat mencintaimu adalah melihatmu mencintai orang lain…

Picture Source at: httpwww.zebrabot.comwp-contentgalleryloic-bryanlb_broken_heart.jpg

Selasa, 11 November 2008

Aku Batal Suka karena Kamu"..."

Rasa tertarik bisa datang, kapan saja, di mana saja.

Itu nukilan dari sebuah iklan shampo di TV yang sering banget muncul akhir-akhir ini.

Dalam hati aku menimpali

Begitu juga sebaliknya kita bisa saja jadi batal suka sama seseorang

I mean, seseorang yang menyukai kita atau sedang gencar mendekati kita urung mlanjutkat proses PDKT-nya karena sesuatu dan lain hal. Most of the case sih, kalau menurut analisa ga mutu saya nih yah, ada beberapa hal yang bisa membuat orng batal suka, misalnya:

1. The way we talk

Ini sering banget terjadi. Seseorang bisa saja love at first sight, tapi ketika dia mendengar kita berbicara, dia bilang begini

"OMG, bibirnya sih seksi ngalahin Angelina Jolie atau James McAvoy, tapi kok ngomongnya kaya gitu yah?

2. The way we laugh

Ini juga. Seseorang bisa saja jatuh cinta ama suara kita yang merdu dan seksi mendesah, hehehe, tapi ketika kita tertawa bak nenek lampir, atau bahkan mirip Syasya OB, si cowok atau si cewek yang lagi kesemsem bisa saja angkat koper alias kabur cari inceran baru.

3. Rambut kita K-E-R-I-T-I-N-G

Karena tren rambut lurus nan panjang masih tren, so begitu tau rambut kita bak mie instan, sementara dia begitu inginnya punya pacar yang ramburnya panjang dan lurus(dan tentu saja tanpa ketombe, hihihi) doi pasti kabur. Kecuali kalo dia mengidolakan Rachel Maryam atau Giring Nidji

(Yes, it happened to one of my friend)

4. Our eyes

Mata sih boleh ngalahin matanya Anne Hathaway atau Johnny Deep, tapi kalau belekan dan sering bintitan gimana dunk?

5. Karena kita suka makanan tertentu

Kita suka seledri dia tidak

Kita suka bawang goreng, dia tidak

Kita suka ceker ayam, dia suka coto kuda

Kita suka makan di warung pinggir jalan, dia suka dinner di lounge restaurant bintang lima

Kita suka nonkrong di kedai kopi, dia doyan nongkrong di cafe.

6. 7.8.9 dst.

Kalian boleh menambahkan sendri...

Jadi, apakah hukum ”I love you the way you are’ masih berlaku di sini?

Love unconditionally…masih adakah?(Dr.MR)

Jumat, 07 November 2008

Hanging Out

Hidupku begitu berwarna akhir-akhir ini. Setidaknya selama 1 bulan ini aku tidak hanya melihat hutan dan pepohonan rimba Kalteng, tapi juga mengecap dan menghirup udara belantara mall di ibukota (halah!). Walaupun aku sadar, aku harus berhadapan dengan polusi dan kemacetan di mana-mana, tapi itung-itung cari suasana baru.
So, berangkatlah aku dan 4 orang teman lain mengikuti sebuah kongres bahasa tingkat internasional (nyombong nih) yang alhmadulillah dibiayain kantor, hehehe. Forum ilmiah ini dihadiri oleh banyak pakar bahasa dari dalam dan luar negeri ini, termasuk kalangan pejabat dan selebritas Indonesia (bagi yang penasaran, silakan merujuk ke Kompas dan surat kabar harian lainnya untuk hari Rabu 29 Oktober yang lalu). Acara yang dibuka oleh Mendiknas Bambang Soedibyo ini sekaligus memperingati 80 tahun Sumpah Pemuda.Bersamaan dengan digelarnya cara ini, juga digelar pameran kebahasaan dan kesastraan, festival musikalisasi puisi, pemilihan duta bahasa, adi bahasa, sayembara cerita rakyat dan lain-lain. Tahun ini , kontingen musikalisasi puisu dari bumi Cendrawasih berhasil lolos sebagai juara umum mengalahkan sekitar 30 peserta dari provinsi lainnya. Adapun Duta Bahasa 2008 terpilih berasal dari Daerah istimewa Yogyakarta.(Peserta dari Kalteng hanya masuk sepuluh besar)

Acara ini turut dimeriahkan oleh monolog Butet Kartarajasa, Ebiet G. Ade (lumayan bernostalgila), Pembacaan Puisi oleh Ine Febriyanti, Dewi Yul, pementasan teater, dan masih banyak lagi.

Selepas kongres, aku dan 2 orang rekan lainnya tetap harus tinggal karena harus mengikuti diklat lagi, yang tentunya dijalani dengan senang hati karena waktu untuk menyambangi mall-mall dan pusat perbelanjaan di Jakarta (yang menjadi misi utama )menjadi lebih panjang. Dari Mall Ambassador, ITC Kuningan, Pasar Raya Manggarai dan Margo City Depok semua didatangi (kalap!)

Diklatnya bertempat di Cibinong, Bogor. Selama tiga minggu, aku harus mengerahkan segala kemampuan dan juga mempersiapkan tenaga agar tidak drop. Hari Minggu, 2 November, tepat pukul 13.15 WIB, bus kantor yang kami tumpangi tiba di Cibinong. Kami ber-39 orang dari seluruh Sabang sampai Merauke. Lumayan buat menambah network

Hari pertama dan kedua sangat seru. Outbound yang bertujuan untuk mengakrabkan peserta benar-benar bisa membuat kami lebih dekat satu sama lain. Dari Wall packing, Menyebrangi Sungai Membrano, permainan dewa mabok, paku bumi, zat kimia, dan menyebrangi danau dengan rakit buatan kami menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Apalagi peserta tidak hanya berasal dari satu instansi saja. Depdagri, Depdiknas, Dephub, LAN, Deptan, dan sekjen DPR pun ikut.
Hari selanjutnya pemberian materi dan simulasi. Semoga aku dan teman-teman mampu melewati semuanya dengan baik karena berada di tempat ini pun penuh perjuangan (dramatisir) . Salah satu teman dari Makassar harus dilarikan ke rumah sakit karena maag akut.

Hmm, there are still 18 days left...



P.S. hari ketiga maagku kumat, notebook kena virus, hiks..hiksss.
Wish me luck people
demi kemajuan Ilmu Pengetahuan di Indonesia.


DrMR



Kamis, 06 November 2008

Unfinished Business

Unfinished business...

Saya yakin setiap orang pernah mengalaminya. Unfinished business, tentang sesuatu yang tak terselesaikan dan terus mengikuti kemana kaki melangkah, beserta serentetan pertanyaan yang melingkupinya.
Terkadang kita diserang begitu banyak pertanyaan, tentang sesuatu, tapi akhirnya aku sendiri lelah bertanya, karena seorang sahabat pernah berkata ”life will never ends with questions. Dan aku sadar itu benar adanya.
Dan akhirnya, aku berhasil menyelesaikannya. I’ve done with my unfinished business.
Betapa lega rasanya, ketika semua terselesaikan , entah akhirnya menyenangkan atau sebaliknya, tapi setidaknya, hidupku tak lagi terpusat di situ. Sesuatu yang selama ini menyita hati, pikiran, dan tenagaku. Semua yang seolah terkuras habis memikirkan apa jawab dan bagaimana semua harus berakhir.

Demi menyelesaikan unfinished business itu, ada banyak hal yang harus kukebelakangkan. Juga besarnya resiko yang harus kutempuh. Walau semuanya masih berwujud misteri, seruwet teka-teki pembunuhan ala Detective Conan atau Sherlock Holmes, namun bagaimanapun, aku harus`mengambil sikap, sebelum semuanya terlambat. Hidup ini harus mengarah ke sesuatu titik, suatu tujuan.

Dan akhirnya semua orang berhak bahagia, seperti perjuangan Will Smith dan anaknya dalam film The Pursuit of Happiness. Entah bagaimanapun caranya, dan tentu saja tidak ada kebahagiaan orang lain yang harus dikorbankan.
Yakinlah, semua indah pada waktunya…
Dan, sungguh otak kita terlalu kecil untuk mengerti semua rencana-Nya.

Baik atau buruk yang Allah berikan adalah selalu yang terbaik, tergantung kita mau memilih beajar atau tidak..(Adhitya Mulya).

Picture source at http://coffeeoriental.files.wordpress.com

DrMR.