Minggu, 07 Desember 2008

Maaf, aku belum mampu mencintaimu

Besok hari raya Qurban. Setiap kali bila momen ini tiba, umat islam seolah selalu digiring ke padang pasir beberapa abad silam, saat Nabi Ibrahim akan menyembelih anaknya, Nabi Ismail, di antara pergolakan batin yang luar biasa. Demi melaksanakan titah Ilahi,demi menunjukkan mahhabbah tertingginya pada Yang Menciptakannya, Nabi Ibrahim rela melepas anak semata wayang yang telah ia nantikan bertahun-tahun lamanya.Subhanallah.

Dan setiap moment Qurban datang, aku selalu terpekur. Betapa aku sadar bahwa aku belum memiliki cinta sebesar itu. Cinta Rabi'ah Al adawiah, Cinta Jalaluddin Rumi, cinta para kaum sufi terhadap Ilah.Apalagi cinta Nabi Ibrahim. Aku masih begitu mencintai dunia. Aku masih menghamba pada gemerlapnya. Entah sampai kapan. Mungkin pula pada saat Malaikat maut mendatangiku. Dan semuanya sudah terlambat.
Astagfirullah, ampuni aku Ya Rabb. Aku belum mampu mencintaimu seperti mereka.

SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1429 H
SEMOGA ALLAH BERKENAN MENUMBUHSUBURKAN CINTA KITA PADA-NYA. AMIN


P.S.Sapi Qurban yang tadi pagi ngamuk di seputaran Sudirman, kayaknya mau keliling Jakarta dulu deh dengan busway

Tidak ada komentar: