Senin, 22 Desember 2008

Disengat lebah

Terasa deh kalau hanya punya satu tangan. Akibat disengat lebah, tangan kananku tidak bisa digunakan untuk sementara wakltu. Ceritanya tadi pagi di perjalanan ke kantor, seekor lebah menyapaku dengat SANGAT Ramah. Bedanya lebah yang satu ini tidak menanyakan kabarku sama sekali (penting ya?) tapi langsung dengan manisnya nongkrong di tangan kananku dan dengan santainya berkata ”Pagi Ma, aku sengat yaaaa”
Alhasil tanganku terasa ditusuk jarum .

Ya, disengat lebah adalah sebagian kecil resiko bila kamu memilih kerjaan di hutan.
Sebelumnya aku sudah pernah digigit ulat bulu yang juga berhasil membuatku tidak bisa berjalan selama tiga hari karena telapak kaki kananku bengkak. Aku juga pernah berpapasan dengan seekor ular kobra yang melintas di jalan (serious). Panjangnya kira-kira dua meter.

Sebelum aku, tiga sahabatku di kantor sudah pernah jadi korban sengatan sang lebah ramah itu. Untung aku dibonceng ama K’Indah. Jadi, begitu sadar aku disengat, langsung deh aku meminta K Indah berhenti dan meihat ke segala penjuru mata angin untuk mencari tumbuhan keladi (yang dipercaya oleh masyarakat setempat bisa mengurangi rasa sakit). Dan untung saja tumbuhan itu tidak susah ditemukan karena mereka tumbuh di sepanjang jalan. Setelah memetik beberapa batang, lansung aku oleskan getahnya di tanganku yang sudah semakin bengkak. Sesampainya di kantor, aku meminta K indah mengantarku ke puskesmas terdekat karena sakitnya semakin tidak tertahankan.
Sampai berita ini diturunkan (lebay) korban masih mengeluh kesakitan di ruang kerjanya. Padahal rencananya besok pagi harus ke Jakarta.

Tidak ada komentar: