Selasa, 02 Desember 2008

Antara Aku, Dia, dan Dia.

Saat tersulit saat mencintaimu adalah melihatmu mencintai orang lain…
(Windry Ramadhina_Orange, 2008)

Itu nukilan novel yang baru selesai kubaca. Dan kejadiannya juga menimpaku saat ini.

Kejadiannya baru-baru ini, ketika untuk kesekian kalinya aku bertemu dengan dia. Dia yang akhir- akhir ini menceriakan hariku (suit-suit). Dia yang berhasil dengan suksesnya mengganti posisi -dia-yang-tak-boleh-disebut-namanya- di hatiku. Memang sih dia tidak pernah bilang suka. The feeling just grow that way. Somehow, dia bisa membuatku tertawa dan merasa nyaman. Just that simple. Perasaanku padanya semakin kuat seiring kebersamaan kami, seiring cerita dan hari yang kami bagi baik di SMS, email, telepon dan di YM. Walaupun di awal kebersamaan kami dia pernah cerita kalau dia lagi suka teman kantornya, aku tetap tak peduli karena aku pikir masih ada waktu untuk memenangkan hatinya (Fiuhhh).
Kami janjian di tempat biasa, tepatnya di sebuah resto mall yang lengang. Paginya hatiku sudah senang tak terkira, bunga-bunga di mana-mana (ingat adegan di mana Ikal melihat tangan A Ling pertama kali di Laskar Pelangi The Movie?seperti itulah suasana kamarku pagi itu, juga hatiku, seolah penuh bunga!). Kami sepakat bertemu pada jam makan siang. Dari pagi dia sudah mengingatkan aku akan kemacetan, namun dalam hatiku aku berkata ”Apapun halangannya akan kutempuh demi bertemu kamu (jayus amat kan?!) Tapi menjelang pukul 12, saat aku sudah di jalan, dia mengirim SMS lagi, bunyinya benar-benar membuat duniaku runtuh (persis seperti adegan di Laskar Pelangi waktu Ikal tahu A Ling pergi). Hiks..hiks.
Well, bunyi SMSnya seperti ini:

Ma’, aku bolehkan ngajak Putri?Katanya dia lagi mau ke sana juga.
“…”

Aku jengkel setengah mati. Putri ini temen kantornya yang dia suka. Duh niat mau berduaan aja jadi batal deh. Aku jadi lemes. Tapi aku berusaha jadi teman yang buaaaik dan puueengertian. Juga mengesankan kalau aku memang hanya menganggapnya teman (padahal TTN alias Temen Tapi Ngarep, hihihi)
Aku balas SMSnya.

Wah, boleh. Bakalan seru tuh. Aku bisa gangguin kalian:P
Message sent.
Dasar Dharma munafik! Naïf! Hati sakit tapi sok ceria. Hati patah tapi sok tegar!Ini kata hatiku.
Ya iyalah, dari pada tengsin, muna’ dikit gpp duuonk!Penasaran juga kan seperti apa sih cewek incerannya!Ini sisi hatiku yang lain yang berkilah.

10 menit kemudian, dia SMS lagi.
Di mana?Aku ama Putri dah nyampe nih. Kita jalan duluan ya, kalau udah nyampe kabarin aja.

Huhuhuhu, nggak rela!Mereka dah jalan duluan. Ingin rasanya memutar arah kembali ke rumah, tapi mallnya udah kelihatan. Ya sudahlah. Hadapi saja Dharma. Be brave and be strong! Jangan jadi pengecut.Akhirnya aku sampai juga. Kali ini dia nelpon.


Dia :”Di mana?”
Aku :”Aku dah nyampe nih, dah di parkiran.
Dia :”Oke, kami di LTS y.”(nama resto sengaja disamarkan demi menghilangkan praduga promosi tidak langsung, hehehe)
Aku :”Yup, tunggu aja. “


Dengan langkah gontai nan gagah (bisa membayangkannya?) aku melangkahkan kakiku ke lantai dasar, tempat resto tersebut berada.
Dan di sanalah aku melihat mereka. Dia melambaikan tangan. Semakin dekat, hatiku semakin remuk.
Tapi kupaksakan juga tersenyum.


Aku :“Hi, sudah lama ya, sorry ya, jalanan macet tadi”.
Dia :”Nggak papa kok, Ma’.Nih kenalin Putri”.


Aku menatap cewek itu dari atas sampai bawah(yang tentunya sekilas).
Cantik.. tik. Sederhana. Tinggi pula. Cocok banget sama dia.
Duh semoga mukaku tidak kelihatan pucat pasi.
Kejadian selanjutnya mengalir tanpa aku bisa fokus. Bahkan serunya film yang kami tonton hari itu tak mampu membuatku jadi lebih baik. Aku sibuk menata dan memungut puing-puing hati yang hancur (halah).
Akhirnya kencan yang kubayangkan tidak terwujud, sambil terus melihat kemesraan mereka aku berdoa semoga air mataku tidak mengalir. (Mau tahu gimana rasanya tersenyum dan tertawa lepas saat hatimu remuk redam? Hubungi aku!)
Harus aku akui, mereka memang pasangan serasi. Huhuhuhu.
Awalnya aku mengira ada perasaaan khusus antara kami berdua, mungkin istilah jadoelnya Kuch-Kuch Hota Hai (masih ingat pelem India ini nggak?:)

Akhirnya hari itu berlalu juga. Di jalan pulang, aku menguatkan hati mengirimkan dia SMS.


“Dia cantik, dan tampaknya dia juga suka kamu. Keep on fighting.
Message sent.
Dia balas.
Makasih ya, semua teman kantor aku juga bilang begitu.
Aku balas.
Wish you luck.


Sesampainya di rumah, aku menangis sepuasnya…

Saat tersulit saat mencintaimu adalah melihatmu mencintai orang lain…

Picture Source at: httpwww.zebrabot.comwp-contentgalleryloic-bryanlb_broken_heart.jpg

Tidak ada komentar: