Selasa, 09 Desember 2008

Perpisahan itu...

Hidup itu memang sebuah perjalanan.

Trus menyusuri setapak demi setapak rangkaian pengelanaan.Ada titik kala kita bertemu dengan seseorang yang baru. lalu ada pula titik di mana kita harus melepaskan seseorang. Sama seperti kali ini

Perpisahan...

I thought what I feel what simple, but tadi tetep mo nagis juga (keluar deh sisi melankolisnya )

Kepala kantorku yang lama diganti. tadi acara perpisahannya. Serah Terima Jabatan-nya sih resminya besok. tapi tadi udah sesi penyampaian pesan dan kesan.Ya, selama dua tahun kepemimpinan beliau, banyak hal yang terjadi (kalian jangan mikir yang macem-macem ya ) Postingan ini murni ditulis oleh seorang pegawai yang merasa kehilangan figur pemimpin (halah), yaitu saya, hehehe. SOalnya bagi saya, beliau itu sudah seperti sosok ayah, sekaligus sahabat. Meskipun sering dimarahi oleh beliau, tapi saya bisa jadi seorang Darma seperti sekarang karena dia juga (halah). Beliau banyak banget kasih motivasi buat nulis, buat jadi peneliti yang baik, jadi sastrawan yang baik. Pokoknya banyak deh.Kalianbisa bosan baca postingan ini nantinya (I know you all start to bore reading this, don't you?)

Well, back to the topic, tadi lumayan mengharukan suasananya. Kamis besok beliau (P'Puji Santosa) akan kembali ke kantor pusat.Beliau digantikan oleh Pak Sumadi, dari kantor cabang di Yogyakarta.

Fiuhh, perasaan asli campur aduk, sedih, senang, semuanya.

Oh iya ini puisi yang tadi saya bacakan (lebay.com)

Enjoy

Ini bukan sebuah keberakhiran

Bukan pula saat horison semburatkan jingga di ujung hari.

Kita hanya tiba di satu titikperhentian

Untuk melepas penat sejenak

Untuk mengisi ulang perbekalan

Untuk menapak tilas sejauh mana kita telah berjalan

Sepanjang perjalanan lalu,

ada gumam

ada racauan

ada buraian pemikiran

ada persangkaan

tawa

tangis

Ada banyak hal tereja dalam kebersamaan, lalu termangu dalam kekinian

Detik ini ingin kuulas saja, sebuah epilog yang mungkin saja tak terkatakan karena ragu.

Aku bukan Kuntowijoyo yang melarang kalian jatuh cinta pada bunga-bunga

Bukan pula Danarto yang menjaring malaikat

Atau bahkan Hamsad rangkuti yang melihat Biibir dalam Pispot

Bukan pula salah satu dari orang-orang Blamington yang tersesat di Bumi Tambun Bungai

AKu hanyalah jukung di Bumi Manusia

Mencoba bawa kalain ke Kota Asa

Mari kayuhlah lagi

Tidak peduli cinta datang dan pergi, perjalanan harus tetap dilanjutkan bukan?

Dengan permohonan maaf yang mengalir dari hulu kealpaan

serta terima kasih yang meriak dari lubuk pengabdian, kuucap

SELAMAT JALAN P' PUJI

Baktimu telah terpahat abadi dalam memori tida pudar

Terhembus pula euforia SELAMAT DATANG pada P' Sumadi

Terimalah dayung ini dengan segenap cintamu

MAri kita susuri Kahayan dengan segala lekuknya

Ini bukan sebuah keberakhiran,

Tapi doa kala horison bersemu jingga di awal hari

Mari kayuhlah lagi...

P.S. Feels like wanna cry

Tidak ada komentar: