Hidup itu memang sebuah perjalanan.
Trus menyusuri setapak demi setapak rangkaian pengelanaan.Ada titik kala kita bertemu dengan seseorang yang baru. lalu ada pula titik di mana kita harus melepaskan seseorang. Sama seperti kali ini
Perpisahan...
I thought what I feel what simple, but tadi tetep mo nagis juga (keluar deh sisi melankolisnya )
Kepala kantorku yang lama diganti. tadi acara perpisahannya. Serah Terima Jabatan-nya sih resminya besok. tapi tadi udah sesi penyampaian pesan dan kesan.Ya, selama dua tahun kepemimpinan beliau, banyak hal yang terjadi (kalian jangan mikir yang macem-macem ya ) Postingan ini murni ditulis oleh seorang pegawai yang merasa kehilangan figur pemimpin (halah), yaitu saya, hehehe. SOalnya bagi saya, beliau itu sudah seperti sosok ayah, sekaligus sahabat. Meskipun sering dimarahi oleh beliau
, tapi saya bisa jadi seorang Darma seperti sekarang karena dia juga (halah). Beliau banyak banget kasih motivasi buat nulis, buat jadi peneliti yang baik, jadi sastrawan yang baik. Pokoknya banyak deh.Kalianbisa bosan baca postingan ini nantinya (I know you all start to bore reading this, don't you?
)
Well, back to the topic, tadi lumayan mengharukan suasananya. Kamis besok beliau (P'Puji Santosa) akan kembali ke kantor pusat.Beliau digantikan oleh Pak Sumadi, dari kantor cabang di Yogyakarta.
Fiuhh, perasaan asli campur aduk, sedih, senang, semuanya.
Oh iya ini puisi yang tadi saya bacakan (lebay.com)
Enjoy
Ini bukan sebuah keberakhiran
Bukan pula saat horison semburatkan jingga di ujung hari.
Kita hanya tiba di satu titikperhentian
Untuk melepas penat sejenak
Untuk mengisi ulang perbekalan
Untuk menapak tilas sejauh mana kita telah berjalan
Sepanjang perjalanan lalu,
ada gumam
ada racauan
ada buraian pemikiran
ada persangkaan
tawa
tangis
Ada banyak hal tereja dalam kebersamaan, lalu termangu dalam kekinian
Detik ini ingin kuulas saja, sebuah epilog yang mungkin saja tak terkatakan karena ragu.
Aku bukan Kuntowijoyo yang melarang kalian jatuh cinta pada bunga-bunga
Bukan pula Danarto yang menjaring malaikat
Atau bahkan Hamsad rangkuti yang melihat Biibir dalam Pispot
Bukan pula salah satu dari orang-orang Blamington yang tersesat di Bumi Tambun Bungai
AKu hanyalah jukung di Bumi Manusia
Mencoba bawa kalain ke Kota Asa
Mari kayuhlah lagi
Tidak peduli cinta datang dan pergi, perjalanan harus tetap dilanjutkan bukan?
Dengan permohonan maaf yang mengalir dari hulu kealpaan
serta terima kasih yang meriak dari lubuk pengabdian, kuucap
SELAMAT JALAN P' PUJI
Baktimu telah terpahat abadi dalam memori tida pudar
Terhembus pula euforia SELAMAT DATANG pada P' Sumadi
Terimalah dayung ini dengan segenap cintamu
MAri kita susuri Kahayan dengan segala lekuknya
Ini bukan sebuah keberakhiran,
Tapi doa kala horison bersemu jingga di awal hari
Mari kayuhlah lagi...
P.S. Feels like wanna cry
Tidak ada komentar:
Posting Komentar