Kamis, 08 Januari 2009

Bitter Past

Mungkin memang seperti itulah cara yang tepat untuk lepas dari masa lalu. Lepas dari kenangan yang selama ini selalu mengikuti kemanapun kaki melangkah. Yah, dengan Menganggapnya sebagai balon, lalu meniupnya serta melepaskannya ke udara. Membiarkan balon itu terbang kemana arah angin berhembus lalu pada suatu ketika meletus di suatu titik ketinggian, lenyap begitu saja. Kalaupun meninggalkan serpihan letusan, kita tak bisa mencarinya lagi. Melepaskan semua. Semua kenangan yang indah sekaligus menyakitkan itu. Bukan lalu menyimpannya di dalam rapat-rapat dalam sebuah ruang tertutup di hati kita. Menguncinya lalu membuang kunci itu di mana entah. Toh ruang itu akan tetap ada di situ.

...
"Forgiving does not erase the bitter past. A healed memory is not a deleted memory. Instead, forgiving what we cannot forget creates a new way to remember. We change the memory of our past into a hope for our future.”

- Lewis B. Smedes

Tidak ada komentar: