Ada hal-hal di dunia ini yang tidak bisa kita jangkau. Sekeras apapun kita berusaha.Karena apa yang telah dituliskan dalam kitab takdir berbeda. Jadi, satu-satunya hal yang bisa kita lakukan adalah menerimanya dengan ikhlas dan yakin bahwa memang itulah yang terbaik.
Banyak hal terjadi tahun lalu. Hal-hal besar yang mengubah hidupku.
Baik-buruk. Pahit-manis.
Momen-momen indah menyenangkan
Juga saat-saat pahit menyakitkan
Saat berada di puncak nama baik.
Juga kala terpuruk di lembah kehancuran
Aku belajar banyak
Serat-serat makna hidup.
Tentang persahabatan
Tentang pentingnya berbagi
Tentang pengkhianatan.
Tentang kesabaran
Tentang cinta
Tentang sejatinya bahagia.
Aku tidak yakin apakah aku bisa melewatinya. Semua terlihat begitu berat.
Begitu banyak yang telah kukorbankan. Aku seperti hidup dalam jeruji ketakutan
Tapi aku sendiri tak bisa meraba ketakutan itu. Apa yang aku takutkan?
Begitu banyak pertanyaan berseliwaran di benakku. Semua seolah mengarahkan aku pada titik akhir. Titik di mana aku harus menyerah. Pada takdir.
Well, mungkin postingan ini nampak begitu pesimistis. Padahal ini baru awal tahun bukan?Awal di mana semua bermula. Harapan baru.Semangat baru.
Aku baru mulai babak baru dalam hidupku. Ketika aku memutuskan untuk menjalaninya, kupikir aku akan sanggup menghadapi semuanya. Tapi ternyata, tidak seperti yang aku bayangkan. Tapi, masih terlalu pagi untuk menyerah. Setidaknya aku harus mencoba. Mencoba melihat sejauh mana aku bisa bertahan dalam pusaran itu. Apapun yang ada di depanku nantinya, aku harus menghadapinya. Hidup adalah menjalani konsekuensi dari setiap pilihan, bukan? Dan aku telah memilih.
Aku mulai melangkah lagi. Menapaki titian harapan. Sambil harap-harap cemas
Semakin aku belajar, semakin aku mengerti bahwa perjalananku masihlah panjang.
Seberat apapun, aku harus tetap melangkah
Seperti cobaan yang menimpa saudara-saudara seiman di Gaza.
Memang seperti tiada akhir. Konflik berkepanjangan
Tapi semua pasti berakhir pada waktunya.
Yang aku perlukan hanya keyakinan dan kekuatan untuk bertahan, tidak menyerah begitu saja.
Cheers,
DrMr
Banyak hal terjadi tahun lalu. Hal-hal besar yang mengubah hidupku.
Baik-buruk. Pahit-manis.
Momen-momen indah menyenangkan
Juga saat-saat pahit menyakitkan
Saat berada di puncak nama baik.
Juga kala terpuruk di lembah kehancuran
Aku belajar banyak
Serat-serat makna hidup.
Tentang persahabatan
Tentang pentingnya berbagi
Tentang pengkhianatan.
Tentang kesabaran
Tentang cinta
Tentang sejatinya bahagia.
Aku tidak yakin apakah aku bisa melewatinya. Semua terlihat begitu berat.
Begitu banyak yang telah kukorbankan. Aku seperti hidup dalam jeruji ketakutan
Tapi aku sendiri tak bisa meraba ketakutan itu. Apa yang aku takutkan?
Begitu banyak pertanyaan berseliwaran di benakku. Semua seolah mengarahkan aku pada titik akhir. Titik di mana aku harus menyerah. Pada takdir.
Well, mungkin postingan ini nampak begitu pesimistis. Padahal ini baru awal tahun bukan?Awal di mana semua bermula. Harapan baru.Semangat baru.
Aku baru mulai babak baru dalam hidupku. Ketika aku memutuskan untuk menjalaninya, kupikir aku akan sanggup menghadapi semuanya. Tapi ternyata, tidak seperti yang aku bayangkan. Tapi, masih terlalu pagi untuk menyerah. Setidaknya aku harus mencoba. Mencoba melihat sejauh mana aku bisa bertahan dalam pusaran itu. Apapun yang ada di depanku nantinya, aku harus menghadapinya. Hidup adalah menjalani konsekuensi dari setiap pilihan, bukan? Dan aku telah memilih.
Aku mulai melangkah lagi. Menapaki titian harapan. Sambil harap-harap cemas
Semakin aku belajar, semakin aku mengerti bahwa perjalananku masihlah panjang.
Seberat apapun, aku harus tetap melangkah
Seperti cobaan yang menimpa saudara-saudara seiman di Gaza.
Memang seperti tiada akhir. Konflik berkepanjangan
Tapi semua pasti berakhir pada waktunya.
Yang aku perlukan hanya keyakinan dan kekuatan untuk bertahan, tidak menyerah begitu saja.
Cheers,
DrMr
Tidak ada komentar:
Posting Komentar