Kamis, 06 November 2008

Unfinished Business

Unfinished business...

Saya yakin setiap orang pernah mengalaminya. Unfinished business, tentang sesuatu yang tak terselesaikan dan terus mengikuti kemana kaki melangkah, beserta serentetan pertanyaan yang melingkupinya.
Terkadang kita diserang begitu banyak pertanyaan, tentang sesuatu, tapi akhirnya aku sendiri lelah bertanya, karena seorang sahabat pernah berkata ”life will never ends with questions. Dan aku sadar itu benar adanya.
Dan akhirnya, aku berhasil menyelesaikannya. I’ve done with my unfinished business.
Betapa lega rasanya, ketika semua terselesaikan , entah akhirnya menyenangkan atau sebaliknya, tapi setidaknya, hidupku tak lagi terpusat di situ. Sesuatu yang selama ini menyita hati, pikiran, dan tenagaku. Semua yang seolah terkuras habis memikirkan apa jawab dan bagaimana semua harus berakhir.

Demi menyelesaikan unfinished business itu, ada banyak hal yang harus kukebelakangkan. Juga besarnya resiko yang harus kutempuh. Walau semuanya masih berwujud misteri, seruwet teka-teki pembunuhan ala Detective Conan atau Sherlock Holmes, namun bagaimanapun, aku harus`mengambil sikap, sebelum semuanya terlambat. Hidup ini harus mengarah ke sesuatu titik, suatu tujuan.

Dan akhirnya semua orang berhak bahagia, seperti perjuangan Will Smith dan anaknya dalam film The Pursuit of Happiness. Entah bagaimanapun caranya, dan tentu saja tidak ada kebahagiaan orang lain yang harus dikorbankan.
Yakinlah, semua indah pada waktunya…
Dan, sungguh otak kita terlalu kecil untuk mengerti semua rencana-Nya.

Baik atau buruk yang Allah berikan adalah selalu yang terbaik, tergantung kita mau memilih beajar atau tidak..(Adhitya Mulya).

Picture source at http://coffeeoriental.files.wordpress.com

DrMR.

Tidak ada komentar: