Sabtu, 30 Agustus 2008

Ramadhan tlah datang

Alhamdullillah Ramadhan tlah datang.Ini Ramadhan kali ketigaku.
Tanpa dekapan hangat Ibu.
Tanpa tatapan bijak mata Ayah.
Tanpa celoteh si bungsu yang terus mencecarku dengan tanya keingintahuaannya
Jarak yang membentang antara belantara Kalimantan dan jajaran pegunungan Sulawesi
Juga keberpihakan waktu pada apa yang tengah kujalani sekarang.
Membuatku harus tunduk
Melalui dini hari demi dini hari tanpa bercengkrama bersama mereka
Menuntaskan dahaga dan lapar tanpa kehadiran mereka.
Menepis inginku merasakan masakan ibu yang sederhana namun nikmat tak terkira.
Rasanya tak sabar ingin segera bersujud di kaki ibu dan ayah atas segala khilaf yang tlah tertoreh selama ini
Atas kecewa yang kurajut dengan sadar di lantunan pengharapan mereka.
Atas kekerasan hati yang belum mampu menyata ingin mereka.
Ramadhan telah datang
dan ini tahun kedua tanpa kakek.
tahun kedua ketiadaannya di tengah-tengah kami.
Tidak akan kudengar lagi batuknya di senyap malam.
Tidak akan kudapati lagi untai nasihat yang terus menyemangati langkahku.
Tidak akan kulihat lagi gurat letih di tubuhnya setelah menisik jaring seharian.
Tidak akan kurasakan lagi usapan hangatnya dikepalaku saat aku pamit pergi menuai asa

Namun, lepas dari semua itu, aku mengucap syukur. Aku yakin Ia tetap menjagaku dari sana.

Subhanallah, Alhamdulillah,Astagfirullah, Allahu Akbar.
Aku masih diberi waktu menguntai makna dan dan menyemai berkah cintah Ilahi
diberi kesempatan melebur segala khilaf yang tereja tanpa sadar
maafkan anakmu Ibu,
maafkan anakmu Ayah,
Beri aku waktu
Aku janji, semua mimpi dan pengharapanmu akan terwujud, dengan Mahabbah dari Rabb.
Bismillah....
(Dr.MR)




Tidak ada komentar: