Jumat, 15 Agustus 2008

Lalu, apa sejatinya sebuah kemerdekaan?

Merah putih tampak di setiap sudut kota, menghiasi tepi jalan..

Begitu kental tanda bahwa kita sedang menyambut ultah republik ini yang akan mencapai puncak Minggu besok. Berbagai lomba diadakan, berbagai perayaan digelar.Dari lomba nyanyi, terompah, panjat pinang, tarik tambang, makan kerupuk, lari karung, lomba gapura dan sebagainya...

Namun, melihat semua itu...

Entahlah, di satu sisi hatiku bersuka cita melihat kegembiraan itu, senyum dan gelak tawa, juga riuh kemenangan,

tapi di satu sisi aku berontak karena masih tak bisa menemukan kemerdekaan sejati

Tidak. Aku sedang tidak berada di balik jeruji besi.

Aku sedang tidak dikungkung. Aku bebas. Pergi kemana saja aku suka.

Tapi sungguh kemerdekaan itu hanya tampak dipermukaaan...

Aku masih terjajah oleh egoku, oleh teknologi, kedigdayaan, bla...bla

Aku selalu kalah olehnya.

Aku masih bungkam ketika melihat kesemena-menaan dan kesewenang-wenangan terjadi di depan mataku.

Aku bahkan tak berdaya melihat mereka yang dirampas haknya terang-terangan.

Aku membiarkan rangkaian-rangkaian kebohongan terjalin di depanku, padahal aku tahu kebenarannya seperti apa

Aku juga belum bisa melepaskan diri dari kaum kapitalis...

Aku juga masih tak mampu menahan godaan untuk tidak membeli salah satu produk iklan di televisi, bahkan ketika aku sadar aku sungguh tidak membutuhkannya...

Jadi, apakah aku betul-betul merdeka?

Lalu, apa sejatinya sebuah kemerdekaan?

Tidak ada komentar: