Rabu, 06 Agustus 2008

Deru Pesawat



Ada perasaan tak nyaman setiap kali aku mendengar deru pesawat bergaung
Tiba-tiba aku tertarik paksa ke masa lalu
Sekelebat memori kembali datang dalam tenangku
Merusak puing-puing ketegaran yang coba aku kumpulkan serpih demi serpih...
Aku tlah berusaha keras untuk tidak mengacuhkan...
Mencoba membuat diriku senyaman mungkin
Tapi aku masih tak berhasil...
Sekelebat kenangan terus melintas dalam detik...
Deru pesawat itu kembali mengingatkan aku
Pada apa yang ingin aku lupakan
Pada sebuah cita dan cinta yang terenggut paksa takdir
Tercabut oleh kenyataan yang tak berpihak

Pesawat yang membawaku pergi darinya
Juga yang membawanya pergi dariku


Entah sudah berapa kali setiap perpisahan dan pertemuan menyeruak dalam rentang kebersamaan kami

Setiap aku mendengar deru pesawat yang akan membawanya dariku
Saat itu pula lunglai menyerang persendianku
Menerabas kekuatan yang kukumpulkan untuk tetap bertahan dalam hubungan ini.

Setiap ia membawaku dalam rengkuhannya
Saat itu pula aku berharap Ia takkan melepaskannya lagi
Tetap melingkar di tubuhku dan melindungi aku dari sepi yang menggigit

Setiap ia mengecup dahiku
Saat itu pula aku memohon dalam hati agar waktu berhenti saat itu juga
Membiarkan kami membangun dunia sederhana kami.

Setiap saat matanya menatap aku di detik-detik terakhir pertemuan kami
Saat itu pula aku ingin melepas semuanya agar aku bisa pergi ke dunianya
Membawa serta harapan yang kusemai di setiap doa jelang tidurku

Setiap saat aku menatap punggungnya menjauh
Selalu ada suara hati yang menggangguku
Membisikkan ketakutan-ketakutan bahwa suatu hari Ia akan benar-benar pergi dan tak akan datang lagi...

Aku benci jarak yang memenggal dunia kami
Memaksa kami menguntai impi demi impi lewat dering telpon dan gelisah yang terbaca di setiap pesan singkat
Kerinduan yang bernyanyi lirih di setiap email
Kini hanya ada sepi di sudut hati...


Kini aku takkan bisa menatap punggungnya yang menjauh
Merasakan kecupannya di dahiku
Merasakan pelukannya menghangatkan aku
Melihat mata indahnya yang meneduhkanku

Ia hilang dalam awan...
Benar-banar hilang...
Selamanya

Tidak ada komentar: