Senin, 11 Agustus 2008

Mas-Mas itu Ternyata Perempuan Part II

Mas-Mas itu Ternyata Perempuan Part II (Poll-result)

Well, Beberapa hari lalu saya posting sebuah pernyataan klarifikasi bahwa saya itu berjenis kelamin perempuan alias bukan mas-mas tapi mbak-mbak, bukan seorang kakang tapi teteh, dll.

Saya sengaja meng-attach poll untuk mengetahui seberapa jauh perhatian para blogger di MP ini berempati dan bersimpati atas kasus saya yang amat tidak penting ini (I know)

Dan hasilnya ehmm, make me confused more and more.

(Just info: Pengumpulan pendapat melalui poll ini diselenggarakan oleh “saya sendiri” pada Agustus 2008. Sebanyak 2000 responden (masa sihJ) berusia 17 tahun ke atas dan diperkirakan masih waras dan memiliki empati yang tinggi terhadap sesama-juga EQ yang di atas rata-rata telah rela memberi masukan (Thanks to them). Responden masih berdomisili di berbagai pelosok dunia maya dan telah dites dengan menggunakan lie detector dalam keadaan tidak sadar (how could it be?) Metode ini diperkirakan sangat efektif, dengan tingkat kepercayaan 99.9 %, meskipun demikian kesalahan masih bisa terjadi)

So, hasilnya…

30% responden memilih opsi “Take it Easy”.

20% memilih “keep blogging”.

20 % memilih “Operasi kelamin aja Ma! ”

@#*%###*^&^**#!

10% meminta saya mengganti nama blog ini.

10% meminta saya mengaku saja alias membuka kedok.

Dan 10% sisanya memilih opsi yang lain.

Well, saya memutuskan untuk mencoba semua opsi, hehehe.termasuk ganti k****** :p

Karena ternyata cara di atas masih dengan suksesnya membuat saya gondok, hehehe.

Karena...

Dua hari yang lalu ketika saya menghubungi salah satu juri kegiatan di kantor, saya masih dikira laki-laki. Pelaku berinisial E, so sebut saja P’E. Sebelumnya P’ E menghubungi P’Handoko (Humas di kantor) untuk mencari tahu siapa orang yang bisa dia hubungi untuk menanyakan perkembangan peserta kegiatan. Oleh P Handoko, P’ E diberi no. ponsel saya. P Handoko juga memberi tahu saya perihal P’ E ini melalui sms., dan saya berfikir untuk menghubungi P’E sebentar lagi karena waktu itu saya lagi ribet masak (kalo masakan saya gosong-lagi- gimana) so sambil memegang sendok saji ditangan kiri, saya mengetik pesan singkat ke P’E dengan jempol tangan kanan” Nanti sy hub, Bpk. Dharma.(panitia lomba)

Selesai masak saya pun menelpon P”E. Berikut nukilan percakapan kami


Me : Halo, P”E?
P’E : Iya, bagaimana itu?
Me : Oh nanti kami bicarakan lagi dengan bos ya Pak, soalnya
beliau sedang di luar
kota, dan HP beliau tidak aktif, jadi kami belum bisa menindaklanjuti permintaan Bapak.
P’ : Baik, tadi P’ Handoko dan mas Dharma sudah
menghubungi
saya.
(what?rewind..rewind)
Me : Siapa Pak?
P’E : Itu P'Handoko dan Mas Dharma tadi sms. Saya lalu
mencak-mencak begitu indra pendengaran saya mendengar
sesuatu yang eneh

Me : Pak, ya saya ini Dharma.

P’ Eko : Oh begini Mas Dharma

@#*%###*^&^**#!

Fyii, ini sudah denger suara sexy(narsis lagi) saya masih aja mengira saya cowok!

Sudahlah.

I don’t wanna give a damn, menjadi laki-laki mungkin tidak ada salahnya, yang penting kan hatinya, betul??) siapa tahu saya bisa mengalami apa yang dialami Norah Vincent dalam ”FEMALE UNDERCOVER: Kisah Nyata Petualangan Wanita Menjadi Pria Lalu Kembali Lagi Menjadi Wanita-which is to me is a good book).

I am is what I am....no matter how and no matter what you do think about me….

Have a great day!!!

Tidak ada komentar: