Za’
Dalam titian waktu kebersamaan kita
Tak pernah kutunjukkan betapa aku mengagumimu
Kau ajari aku mengenal semilir angin baru
Kau tuntun aku mengintip dunia dari sisi berbeda
Arti sebentuk penerimaan
Arti sebuah kerendahan hati
Arti sejumput rela
Jumput yang kau semai perlahan
Jumput yang buka mata hatiku
Za’
Takkan kulupakan sorot matamu di suatu siang
Kala kau ucap ingin beranjak dari diammu
Mencoba temukan makna perjalananmu
Lalu kau bercerita lagi
Cerita yang trus terbekap dalam benakku
Tentang pertemuan yang mengawali perpisahan
Dan rasa kehilangan di akhir memiliki
Juga tentang tawa di ujung sedih
Dan tangis di ujung bahagia
Za’
Dalam beberapa detik jelang titik perpisahan menemukan kita
Izinkan aku berterima kasih
Walau kutahu itu takkan sama harganya dengan apa yang kau toreh tanpa sadar
Tapi izinkan aku tetap mengejanya
Untuk telinga yang mendengar
Untuk kata yang menenangkan
Untuk mata yang meneduhkan
Untuk bahu tempat ku bersandar
Untuk tempat yang selalu mebuatku nyaman
Za’
Dalam beberapa waktu ke depan
Aku pasti kehilangan tawamu
Aku pasti merindukan getar suaramu
Aku tak tahu apakah aku bisa menatap semesta tanpamu
Tapi aku yakin kau pasti kembali
Karena kau hanya terbang menelusuri dunia baru
Dan ketika kau kembali
Ka akan berceritia lagi
Dalam tawa –tangis—cita—cinta
Za’
Tinggalkan semua yang memberatkan langkahmu
Lepaskan ragamu dari larung kegelisahan
Terbanglah menembus labirin kehidupan
Kepaklah sayapmu tanpa ragu
Jelajahi semesta keingintahuanmu
Agar tiada lagi cemas menjejak bayangmu
Lalu ungkap misteri hidup lebih dalam
Ceritakan lagi padaku
Nanti...
Kota Pasir, 10 Ramadhan 1429 H
Tidak ada komentar:
Posting Komentar