Rabu, 10 September 2008

Sebuah cerita tentang

Sahabat
Kemarin adalah cerita
Selaksa kisah penuh warna
Hari ini juga cerita
Kan jadi sejarah baru perjalanan tiada henti
Besok kan tetap cerita
Tawa gugu dan simpul senyum di barisan jumput luka

Dalam titian waktu yang merambat
Di hela penat dan gamang meradang
Di sela keluh dan gelisah cangkungi hari
Selalu ada kekuatan kau alirkan
Lewat celoteh-celoteh sedih riang yang kau jalin
Semai tegar dan tegakkan aku menatap semesta

Kini angin kan membawamu ke Barat
Dunia baru penuh impian melangit
menunggumu di sana
Pongah menjemput langkah panjangmu
Aku tahu ketakutan telah lama menceraikanmu
Maka tiada lagi cemas terbercak di sudut hatiku

Jejakmu
Kan temaniku lewati titik masa
menyemayam di ruang hati
Senyum semisal gemintang
Kan terangi malamku
memayungi langitku

Ceritamu kan sapa ku dalam mimpi
Tentang kepak Tingang, tentang gemercik air sungai
tentang savana, tentang awan,
tentang desau angin, tentang nyanyian daun
Tentang kelembutan, tentang keikhlasan
Semuanya.

Kala sepi menyapa
Ketika dunia tak bersahabat
Kan kubisikkan namamu
Lalu kan kuulas cerita-cerita itu
Temani alamku tanpa hadirmu
Hingga tiada gundah kabuti langitku

Sahabat.
Tetaplah tersenyum
Memesona semesta di luar sana
Tebarkan cinta tanpa pamrih
Alirkan kasih tiada tepi
Tetaplah tersenyum
Karena senyummu damaikan dunia

Kota Pasir, 27 Februari 2007

Tidak ada komentar: