5 tahun berlalu. Tepatnya 1775 hari yang lalu. Selama itu, Diandra berkubang dalam perasaannya sendiri. Masa lalu seolah tak pernah membiarkannya melangkah dan memulai hidupnya. Hidupnya yang hancur setelah lelaki yang menjadi pusat segala baginya pergi. Begitu saja.
Diandra sudah lelah dengan perasaan itu. Ia mau menukar apa saja yang ia miliki untuk membuat segalanya lebih baik. Tapi sepertinya semua jalan sudah tertutup. Ia sudah terlanjur terjebak dalam pusaran arus yang ia buat sendiri. Ia sudah tidak bisa keluar lagi, walau batinnya terus berontak. Hati kecilnya terus berteriak ini tidak benar.
Bukankah semua orang berhak bahagia?
akal dan hati yang terus menyerukan hal yang berlawanan membuatnya semakin tak menentu.
lagi-lagi mimpi itu
ia terbangun dengan nafas sesak
Tuhan, kapan rentetan mimpi buruk ini berakhir
Tapi ia tidak sanggup melawan perasaannya sendiri
Gion begitu memujanya, membuat dunia yang lebih indah dari dunia yang begitu monoton dengan segala kepenatan di dalammna
Padanya, ia tak perlu menjadi siapa-siapa
Padanya , ia tak perlu berpura-pura tegar
Gion telah menunjukkan dunia baru
Telpon-telponna-sms-smsnya
Membuat ia begitu melambung
Namun perempuan itu menghancurkan semua mimpinya
Ia ingin menepis kehadiran perempuan itu
Tapi bagaimana dengan bayi mereka
Dunianya seakan runtuh mengetahui semua itu
Gion, pria yang telah berhasl membuatnya melambung itu telah bertunangan, dan tunangannya sedang mengandung anak Gion
Ia ingin pergi dari dunia Gion, namun
Rengekan Gion untuk tetap tinggal di sisinya
Ia lalu berfikir, mungkinkah Gion hanya jenuh dalam hubungannya dengan tunangannya itu?
Sehingga mencari sesuatu yang lain?
Tapi apa yang Gion cari darinya? Ia ingat percakapna mereka saat merayakan dua bulan hubungan mereka
Di…
Aku menoleh ke arahnya,
Saat itu kami sedang menikmati Pisang Epe khas makassar, hari kedua kunjungannya ke
Ia hanya menatapku, mesra…
Kamu tahu apa yang membuatku menyukaimu?
Aku cerdas, sahut ku denga percaya diri dan terenyum jahil kapadanya
Dia menower hidungku seperti yang sering ia lakukan
Dasar narsis, ia tertawa memperlihatkan barisan gigi putihnya
Mata sipitnya semakin sipit saat ia tertawa
Dan ia sngat suka
Lalu apa? Apa yang mulia harapkan dari wanita yang hina dina ini, hamba
Sudah..sudah, ampun kalau kamu mulai berteater lagi seperti itu
Hei, aku serius…saatnya sambil menggengam tanganku…
Tak urung aku tersipu
Kamu itu mandiri, bisa hidup di Jakarta sendiri, jauh dari orang tua, dna kamu masih bisa jaga diri
Hahahaha, banyak wanita seperti itu di Jakarta, bukan hal yang aneh
Dengar dulu
Kamu belum berubah yah
Waktu kita masih di kepengurusan OSIS dulu, kamu itu dikenal orang yang keras, berpendirian dan..
Dan baik hati dan tidak sombong
Udah ah, aku jengah nih, stop ya rayuan gombalnya
Kamu tambah cantik kalau cemberut begitu…
Arggghhh,, kenangan… sampai kapan kenangan itu bertahan di memorinya
Ia ingin amnesia selama-lamanya
Berganti kepribadian seperti yang marak di sinetron akhir-akhir ini
Menjadi orang lain
Ia kehilanngan semangat hidup
Dari luar ia tampak biasa-biasa saja
Namun
Jauh di dalam batinya
Ia terpuruk , hancur
Gion mencampakkannya begitu saja , lebih memilih perempuan itu
Ya, tentu saja, ia harus bertanggung jawab
Tapi mengapa ia tidak bilang jauh2 jauh hari
Ia bahkan lebih memilih memandikannya dengan mimpi ketimbang menceritakan yang sebenarnya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar