Sang waktu berjalan angkuh
Berkali-kali kuserukan untuk berhenti
Tapi ia tak acuh
Trus merambat dengan pongahnya
Futur yang tereja
Khilaf yang terajut
Hati yang meracau
Aku makin tenggelam dalam stadium siksa
Ya Allah, singkapkan wajah-Mu padaku
Dalam tirai senyap malam bergemintang nan bercahaya
Karena akalku kini terbekap oleh segurat tragedi
Mengalpakan benakku
Menghinggapi lepah-lepah hatiku
Merampas sepinggan tegar yang tersisa
Lalu...
Semua itu kuserahkan pada-Mu
Bukan karena hamba tak sanggup
Bukan pula karena ego yang merajai ragaku
Namun...
Karena aku masih merasakan hadirMu di tengah galauku
Kota Pasir 9 Ramadhan 1429 H
Tidak ada komentar:
Posting Komentar