Sebelumnya maaf yah, kalo pas baca postingan ini rada-rada giman gitu. Cuma mau berbagi dengan sidang jamaah MP-ers sekalian, sekaligus menyuntikkan semangat untuk "terus menulis" bagi yang sudah berkecimpung di dunia kepenulisan (tentunya, masa dunia ghaib?) dan semangat untuk "terus belajar" dan "berani mencoba" bagi yang masih mikir untuk menuangkan buraian pemikirannya baik ke atas sehelai kertas putih(wuitts..) maupun di dunia per-blog-an,apapun namanya lah.
Jadi ceritanya gini, saya emang suka corat-coret di diari (catat:bukan di tembok rumah tetangga ) dari monyet makan pisang sampai sekarang. Mungkin karena saya tipe orang yang susah percaya sama orang, jadi rasanya lebih nyaman berbagi pada benda mati .Aman pula (dijamin karena diarinya digembok trus kuncinya ditaro di tempat yang rraahaasssiiia banget sampai badan intelijen pun tidak bisa melacaknya..GAYA!)
Tambahan lagi saya suka baca chicklit dan novel metro pop dan sejenisnya.(apalagi karya-karyanya Adhitya Mulya, Nukila Amal, Icha Rahmanti,Raditya Dika, dkk).
So, belajar nulis-nulis gitu, dan suatu hari dengan begitu percaya dirinya saya mengirimkan salah satu hasil coretan nggak penting saya itu ke salah satu majalah ibukota yang berhasil menembus belantara Kalteng (halah). So, enng ii eng..tralala...trilili...gedebak-gedebuk...taadaaaaa...
Tanggal 13 agustus kemarin dimuat di majalah di atas, senangnyaaaaaa. Honornya lumayan buat beli tiket mudik.
Jadi, tunggu apa lagi, menulis yukkkkkk. (Dr.MR)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar