Selasa, 16 September 2008

Painfull Weekend

Weekend kemaren aku tidak enak badan (FYI). Seharian di rumah saja. Mungkin akumulasi protes dari tubuhku yang telah kupaksa bekerja akhir-akhir ini. Ya, mau bagaimana lagi. Libur cuti bersama tinggal menghitung hari. Tapi kerjaan sepertinya tidak ada habis-habisnya. Gejala bermula di Jumat malam. Badanku hangat. Satu butir obat pereda sakit kepala tidak mempan. Bahkan aku hampir membatalkan puasa jika tidak mengingat waktu sudah menunjukkan puku 3 sore. Akhirnya, dengan pandangan berkunang-kunang aku tiduran saja. Untungnya, aku tidak tinggal sendiri. Jadwalku untuk masak berbuka puasa hari itu akhirnya di ambil alih oleh K’Indah, my housemate.

Kenapa ya, saat sakit-sakit begini, tiba-tiba rindu banget ama keluarga. Tapi sudahlah, toh tidak lama lagi (InsyaAllah) aku kan segera bertemu mereka.

Akhirnya, salah satu upaya membuat diri nyaman, I did guilty pleasure, which is nonton sinetron. Abis "Assalamu Alaikum Cinta" (Crap, sampai hapal judulnya, hehehe), K'Indah ngajakin nonton ' Hoodwinked". Tadi sore emang dia baru nyewa DVD-nya.

"Hoodwinked" sih udah film lama, releasenya tahun 2005. Tapi, secara daerahku itu remote banget and far from the touch alias jauh dari peradaban, film itu baru nyampe deh (Bayangkan, butuh waktu bertahun-tahun! DRAMATISASI!)

Back to the movie, Hoodwinked itu adalah sebuah film animasi. Kalau mau jujur salah satu hal yang kukagumi dari dunia barat adalah dunia perfilmannya (maaf jika terdengar berlebihan dan mengundang ketidaksetujuan kalian). Tentunya kekaguman yang berpadu dengan ketidaksukaan terhadap pemikiran yang sekuler dan kapitalis serta hedonistic mereka. Aku sangat mengangumi film-film yang menunjukkan kedigdayaan mereka, terutama film animasi mereka. Mereka dengan Warnes Bros-nya, atau apalah, yang jelas I love their work. Meskipun dari sebagian besar karya perfilman mereka sarat dengan dogma-dogma pemikiran barat dan’misi terselubung” tetap saja they has something. And I wish Indonesia movie will able to show their qualities (I hope Laskar Pelangi The Movie could meet the criteria, amin). Lihat di sini untuk reviewnya yaaaa (tentunya versi Dharmala Majid dong, hehehehe, GAYA!)

Tidak ada komentar: