Selasa, 29 Juli 2008

Jejak Telapakku

Kelana berlari
Kini pijakan kaki letihnya menyusuri pepasir berkerang
Ia nikmati tiap kali kerang itu menyentuh kaki telanjangnya
Riuh sekitar
Ia menjejak sela keramaian dan girangnya bocah bermain layangan
Menyemai senyum di hela nafas
Pada onggokan kayu tua ia coba bercengkrama
Dialog kebesaran Tuhan yang dalam kekinian sadarnya membuncah rangkai sekalimat pujian
Sedetik lalu bergumam sambil menoleh jejak kaki yang mulai tertutup jejak baru
Jauh sudah
Lama sudah
Teringat pula pada awal langkah yang ia cerca dan ia tikam sesal
Tertohok betapa langkah awal itu pula yang membawanya ke bumi yang ia telapaki sekarang
Langkah yang beri arti
Gurat-gurat makna menyemu
Rintih keluh dan reratapan menyamar
Hidup memang pengelanaan yang suatu hari kan berhenti di suatu titik
Setidaknya sebelum titik itu tampak
Ia ingin tetap tegak
Terus menyeret tubuh sarat beban
Esok kembara kan berganti tujuan
Bersama angin, meraba semesta dan menemukan akhirnya
Sebentuk dunia yang lama ia reka dalam mimpi
Kelak….
Denpasar 28 Agustus 2007 22.56

Tidak ada komentar: