Minggu, 19 Oktober 2008

Cintamu dalam Heningku

Aku tersesat ketika kau datang dengan sayap putihmu
Mengajakku mengikutimu ke negeri atas awan
bermil-mil jauhnya di selatan cakrawala jingga
makin mengawang dan tiada menjejak bumi
Ketaksadaranku semakin menyata
Bias pesona yang kau pancarkan tuntaskan dahaga pencarianku
aura kasih mengonsolasi ragaku
Memapahku ke tilikan mula perjalananku dan dimana keberakhiran yang kutuju
Seolah aku dan dirimu menyatu dalam kenirkalaan
Lampaui lapis cinta yang paling hakiki

Lalu ketika aku menoleh ke bawah sana
Kastilku kini tak berbentuk,
Poraknya menikam batinku
Berganti dengan undakan tanah gersang dan celah-celah kerontang
Tamanku ditumbuhi ilalang liar
Tiada lagi cericit sekawanan pipit
Hanya reratap menyayat hati bergema ke seluruh penjuru
Menyebar suram dan gelap menyesatkan
Menghembus pilu asa tiada tergapai
Mengeropos sendi-sendi pertahananku
Sementara sumber airnya telah tersumbat hasrat absurd

Kulihat mereka masih terus meracau
lampiaskan ambisi hedonistik yang tiada akhir dan tiada puas
bercengkrama dengan mimpi-mimpi surgawi yang menghipnotis
Kefanaan terlalu memabukkan memang
Menggembosi jiwa yang sudah kosong
Menguras benak yang telah dangkal
Namun aku tlah melepaskan temali keterikatanku
Bercerai dari ketakutanku sendiri
Diam dalam heningku.
Hanyut dalam pengelaanan yang tak berakhir.


Kota Pasir, 16 Ramadhan 1428 H


Picture Source at: theonzero.blogspot.com

Tidak ada komentar: